- Komunitas Blogger Bekasi - http://bloggerbekasi.com -

Yang Tersisa dari Amprokan Blogger

Posted By mharunalrasyid On March 9, 2010 @ 12:59 PM In Bekasi-Ku | 25 Comments

[1]Ruuuarrrrrr Biazzza ! Itu lah kalimat yang bisa aku katakan, setelah Wakil Ketua Beblog, Mas Eko Eshape [2], menutup secara resmi kegiatan Amprokan Bloger 2010. Bagaimana tidak luar biasa, hanya dengan modal tekad dan juga terkesan nekad, Komunitas Bloger Bekasi mampu menyelenggarakan sebuah acara yang mempertemukan para bloger dari berbagai daerah dengan sukses. Walaupun masih ada sedikit yang menyesakkan, tapi panitia tetap optimis anggaran tetap akan keluar pada detik-detik terakhir.

Respon yang sama pun saya dengar dari para bloger dari berbagai daerah. Salah satunya aku dengar dari Kang Urip, salah seorang bloger handal yang datang dari Karawang. Kang Urip begitu terkesan dengan kegiatan Amprokan Bloger. Dan, ini adalah yang pertama kalinya Kang Urip dan bloger Karawang menghadiri sebuah acara temu bloger.

Kesan pertama yang menggoda gairah bloger dari Karawang. Kang Urip hanya berharap Pemda Karawang juga mendukung acara yang sama seperti yang diselenggarakan oleh Komunitas Beblog. Sebuah pengakuan yang jujur dari bloger yang membuat aku terharu. Hilang sudah lelah yang mendera selama berminggu-minggu karena menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan acara Amprokan Bloger. Mudah-mudahan spirit Komunitas Beblog bisa menular ke Karawang. Itu doa yang saya dengar dari Kang Urip.

Kekaguman Kang Urip semakin menjadi-jadi, ketika aku ceritakan bahwa Komunitas Bloger Bekasi baru seumur jagung, dibentuk tanggal 17 Oktober 2009. Dalam umur yang semuda itu, sudah mampu menyelenggarakan sebuah kegiatan yang berlevel nasional. Itu bukan kata-kata-ku, saya hanya copas dari Kang Urip dan diamini oleh mas Blontang dari Solo. Sumpah loh !Kata-kata itu, aku dengar ketika perjalanan dari Monumen Rakyat ke TPA Sumur Batu.

Aku meyakini bahwa yang disampaikan oleh Kang Urip bukan lah basa-basi semata. Karena bloger selalu jujur mengemukakan apa yang ada dalam pikirannya. Aku tidak pernah berpikir sedikit pun bahwa Kang Urip sedang mencari muka di hadapan panitia biar dapat jatah makan banyak atau kaos yang lebih besar ukurannya. Maklum, hampir semua kaos tidak berlaku bagi badan yang berkebutuhan khusus.

Kang Urip semakin kagum ketika menyaksikan dengan kepala sendiri (masa pinjem kepala orang !), rombongan bloger memperoleh kehormatan pengawalan Polisi selama perjalanan anjangsana. Tidak hanya para polisi, tapi juga pasukan Satpol PP yang biasanya akrab dengan pedagang Kaki 5, hari itu berjibaku mengatur perjalanan rombongan bloger.

[3]

Wal hasil, perjalanan dari Monumen ke TPA berjalan dengan lancar, persis seperti iklan Speedy yang menjadi sponsor utama Amprokan Bloger. Walaupun ada sedikit kekacauan ketika perjalanan ke Jababeka. Setelah masuk tol dan tidak lagi memperoleh pengawalan polisi, perjalanan bis sedikit mengalami kekacauan. Yang paling penting, ini lah sejarah baru bagi bloger Indonesia, jalan-jalan mendapat kawalan Patwal Polisi layaknya tamu VVIP. Aku pikir, ini layak masuk MURI (lebay…ah).

Komentar yang sama dilontarkan juga oleh Mas Budi Putra pada saat seminar di Gedung Mahkamah Konstitusi, menyentil soal voridjer yang mengawal bloger. Konon, menurut Mas Budi, ini baru pertama kalinya rombongan bloger memperoleh kawalan begitu ketat, bahkan ketika masuk ke gang kecil pada saat kunjungan ke UKM Boneka di Sumur Batu, Bapak Polisi, Satpol PP dan Hansip turun tangan mengatur kelancaran kegiatan para bloger. Tidak berlebihan bila hari itu dikatakan Sabtu yang membanggakan bagi bloger.

Aku berpikir positif, bukan karena bloger dicurigai sebagai teroris sehingga harus memperoleh pengawalan ketat, tapi karena pemerintah Kota Bekasi ingin memberikan kesan yang terbaik bagi para bloger, sehingga semua anggota pasukan dikerahkan. Dua jempol bagi Pemkot yang telah berupaya keras membantu penyelenggaraan Amprokan Bloger.

Sebagai salah seorang panitia, aku harus mengakui dengan jujur terselenggaranya kegiatan amprokan dengan sukses berkat tangan dingin dan kerja keras jajaran Telematika Kota Bekasi. Aku harus merevisi pandangan bahwa birokrat itu selalu lambat dan hanya berorientasi uang. Ternyata itu semua salah besar. Tidak semua birokrat berperilaku seperti itu. Apa yang dikerjakan oleh jajaran Telematika yang nota bene adalah para PNS jauh dari kesan birokrasi yang kaku.

Kesan luar biasa yang kedua adalah ketika saresehan di halaman rumah dinas walikota. Seorang bloger handal dari Cikarang, menggambarkan bagaimana suasana rumah dinas Walikota yang berubah menjadi rumah rakyat. Pa Wali tampaknya tidak terlalu kuatir tanaman dan rumput yang terlihat apik, rusak gara-gara banyak bloger yang datang. Buktinya Pa Wali enjoy aja menikmati acara saresehan, bahkan sempat menyanyikan sebuah tembang cinta dari Naff. Pa Wali memang gaul, begitulah kata Enda Nasution yang didaulat sebagai Bapak Bloger Indonesia.

Apa yang tersisa dari dua hari acara amprokan ini ? Tentu saja masih banyak hal-hal indah yang tidak mudah dilupakan begitu saja. Banyak moment penting yang akan melekat lama dalam ingatan kolektif peserta amprokan. Untung lah semua moment itu sudah kurekam dalam memory card Kodak kesayanganku.

Melalui Amprokan Bloger, aku merasa menjadi orang yang sangat beruntung, tidak hanya hari ini tapi untuk hari-hari selanjutnya. Karena diberi kesempatan menikmati sebuah perjalanan hidup bersama sebuah komunitas yang sangat luar biasa. Sebagai orang baru yang datang dari pinggiran, penerimaan dan kebersamaan itu menjadi sebuah anugrah Allah SWT yang patut disyukuri. Tuhan tidak melihat perbedaan karena Dia lah Sang Pencipta perbedaan itu, yang dilihat adalah amal perbuatannya. Itu kata Khan dalam film My Name is Khan (saya teringat dengan Bang Komar yang mempunyai obsesi akut membuat film yang judulnya sama, My Name is Komar. I’m Jawara Cinta…..piss ah Bang Kom).

Ini lah pelajaran penting yang akan aku wariskan sama anak cucuku kelak, yaitu cerita tentang komunitas ini. Ternyata, kunci keberhasilan hidup itu tidak lah banyak. Hanya satu, yaitu KEBERSAMAAN. Persoalan berat sekalipun akan mudah dilalui bila masih ada jalinan kebersamaan antar sesama. Bergandeng tangan, dan tidak mungkin menepuk dada sendiri karena tangannya dipegang orang lain, adalah makna dari kehidupan yang rahmatan lil alamin (mudah-mudahan kutipan bahasa Arab-nya gak salah, maklum yang nulis cuman modal nama doang yang agamis).

[4]

Kegiatan Amprokan Bloger yang lumayan besar dari kacamata aku yang kurang gaul adalah cerminan hasil sebuah kerja sama dan kolaborasi keikhlasan sesama panitia. Keikhlasan untuk berbagi dan menerima perbedaan yang menjadi fitrah manusia, kemudian dibungkus menjadi satu kesatuan yang utuh. Ini lah cerita sisa dari Amprokan yang akan aku wariskan kelak pada anak cucuku kelak.

Salam dari Kemang Pratama


Article printed from Komunitas Blogger Bekasi: http://bloggerbekasi.com

URL to article: http://bloggerbekasi.com/2010/03/09/yang-tersisa-dari-amprokan-blogger.html

URLs in this post:

[1] Image: http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/03/amprokan.jpg

[2] Mas Eko Eshape: http://ekoshp.com/

[3] Image: http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/03/amprokan1.jpg

[4] Image: http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/03/amprokan2.jpg

Copyright © 2009 Komunitas Blogger Bekasi : http://www.bloggerbekasi.com. All rights reserved.